Apa Itu Buddha Tooth Relic Temple?

cegoh / Pixabay

Berkunjung ke Marina Bay Sands atau Garden By The Bay mungkin menjadi tujuan utama para wisatawan saat mereka bertandang ke negara Singapura. Namun tempat tersebut bukanlah satu-satunya lokasi yang bisa Anda kunjungi. Masih banyak lokasi lain yang bisa menjadi daftar destinasi saat Anda berlibur ke Singapura. Salah satunya yaitu wisata Buddha Tooth Relic Temple Singapore.

Apa Itu Buddha Tooth Relic Temple?

Buddha Tooth Relic Temple adalah salah satu tempat yang menjadi ikon wisata negara Singapura yang sekaligus menjadi tempat bersejarah bagi umat Budha disana. Tempat yang disebut sebagai kuil Budha ini terletak di kawasan Chinatown, Singapore. Selain menjadi tempat ibadah bagi umat Budha di Singapura, tempat ini juga menyajikan bangunan museum yang kental dengan makna dan sejarahnya.

Di museum Buddha Tooth Relic Temple ini pengunjung bisa melihat patung-patung Budha yang berasal dari berbagai negara di seluruh dunia. Banyak sekali jenis patung dengan berbagai style yang sangat cantik dan indah. Dimana setiap patung yang ada disana memiliki desain yang begitu detail di setiap ukirannya.

Sedangkan untuk bangunan dari museum ini memadukan dua elemen, yaitu tradisional dan modern. Bangunan dibuat dengan konsep zaman Dinasti Tang yang mana bagian atapnya terbuat dari pagoda. Memasuki gerbang pintu utama, pengunjung akan masuk ke bagian aula utama yang mana memiliki langit-langit yang tinggi dan megah. Di bagian tersebut juga terdapat sebuah drum dan lonceng dengan ukuran yang sangat besar.

Mengenal Lebih Dekat Buddha Tooth Relic Temple

Kuil ini pertama kali dibangun pada tahun 2002 oleh Yang Mulia Shi Faa Zhao dan resmi dibuka sebagai tempat wisata pada tahun 2007. Kuil ini memiliki berbagai macam tempat bersejarah yang dapat digunakan untuk mengenal ajaran agama Budha lebih dekat lagi. Misalnya saja seperti, 100 Dragon Hall dan juga ruang utama yang di dalamnya terdapat patung Budha Maitreya dengan tinggi sekitar 15 khaki dengan di kelilingi 100 patung naga dan 100 patung Budha.

Di kuil ini juga terdapat ruangan yang bernama Avalokitesvara Hall. Avalokitesvara Hall adalah sebuah tempat yang mana terdapat sebuah patung Budha buatan Bodhisattva Cintamani Cakra Avalokitesvara yang duduk di atas bunga lotus yang didampingi dengan patung Zodiaz Protector. Selain itu, terdapat juga ruangan Buddist Culture Museum yang di dalamnya berisikan sejarah kehidupan Budha dan berbagai jenis artefak Budha.

Di Buddha Tooth Relic Temple Museum ini pengunjung tidak hanya datang untuk sekedar melakukan ibadah saja. Melainkan pengunjung juga dapat berjalan-jalan untuk menikmati keindahan bangunan serta melihat patung-patung Budha yang ada di museum. Selain itu, kuil ini juga mengadakan pemutaran film keagamaan yang bisa dilihat para pengunjung yang datang kesana.

Bahkan pengunjung juga dapat beristirahat sejenak dengan menikmati secangkir teh yang ada di kedai lantai tiga bangunan ini. Tidak hanya menyediakan teh dan camilan, di kedai ini pengunjung juga dapat menikmati berbagai jenis makanan vegetarian dan juga makanan khas Singapore lainnya. Namun yang penting untuk diperhatikan, setiap pengunjung yang datang harus menggunakan pakaian yang sopan dan tertutup.

Sejarah Kuil Buddha Tooth Relic Temple

Setelah mengenal lebih dekat tentang kuil Buddha Tooth Relic Temple, kuil ini juga menyimpan cerita sejarah dibaliknya. Dimana kuil yang dibangun di kawasan Chinatown pada tahun 2002 dulunya dijadikan sebagai tempat pemujaan umum umat Budha Singapura. Dimana tempat ini menyimpan sebuah gigi Budha yang ditemukan oleh seorang Buddhawis bernama Yang Mulia Cakkapala pada saat pemulihan bangunan stupa yang runtuh di negara Myanmar di tahun 1980-an.

Setelah gigi ditemukan, kemudian asisten Cakkapala membawanya untuk diabadikan oleh Biara Bandula. Setelah dua dekade, kemudian relic tersebut dipindah ke negara Singapura saat Biara Bandula berkunjung ke Yang Mulia Shi Faa Zhao yang berasal dari kuil Pagoda Emas yang ada di Singapura (saat kampanye penggalangan dana).

Di tahun 2002, Yang Mulia Cakkapala membawa kembali relic tersebut ke Singapura dalam acara pameran untuk merayakan ulang tahun ke-10 Kuil Pagoda Emas. Dalam pameran tersebut dikunjungi lebih dari 300.000 orang pengunjung dalam waktu beberapa hari. Pada saat itu pula, Yang Mulia Cakkapala menyerahkan gigi Budha kepada Yang mulia Shi Faa Zhao dan memintanya untuk membangun sebuah biara yang lebih layak sehingga umat Budha dapat dengan mudah mengunjungi dan melihat gigi Budha sebagai rasa hormat mereka kepadanya.

Setehun kemudian, Yang Mulia Faa Zhao mulai membangun kuil atas Relic Gigi Budha di situs kosong yang tertempat di Jalan Sago, Chinatown, Singapore. Di mengusulkan jika bangunan kuil harus dibuat dengan konsep bangunan di zaman Dinasti Tangd dengan ciri atap berbentuk pagoda. Di tahun 2005 tepatnya di bulan Januari kuil mulai dibangun dan selesai tepat di tahun 2007 yang sekaligus menjadi pembukaan resmi akan tempat tersebut sebagai salah satu wisata umum di negara Singapore.

Lokasi

Kuil dan Museum Buddha Tooth Relic Temple ini terletak di Jalan Sago, kawasan Chinatown, Singapore.

Jam Buka

Jam Buka: Buka setiap hari, dengan jam operasional sebagai berikut:

• Lantai 1: kuil tempat ibadah, buka jam 07.00 – 19.00
• Lantai 2: Aranya Galery, buka jam 09.00 – 19.00
• Lantai 3: Museum Nagapuspa Buddhist Culture, buka jam 09.00 – 18.00
• Lantai 4: Buddha Tooth Relic, buka jam 09.00 – 18.00

Cara Menuju Ke Buddha Tooth Relic Temple

Untuk Anda yang ingin berkunjung ke museum Buddha Tooth Relic Temple, Anda bisa menggunakan fasilitas transportasi seperti MRT ataupun Bus:

• Jika naik MRT, Anda bisa turun di stasiun Chinatown. Setelah itu, cari pintu keluar menuju exit Pagoda Street. Kemudian Anda bisa berjalan sampai bertemu pertigaan, kemudian belok ke arah kanan hingga menumui bangunan kuil.

• Jika naik Bus, Anda bisa naik bus dari Balestier dengan nomor 145, kemudian turun di depan museum Buddha Tooth Relic Temple.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.