Bahasa di Singapore

Singapura adalah pulau yang terdiri dari beberapa suku bangsa dan bahasa. Suku bangsa yang bermacam-macam ini dipengaruhi oleh berganti-gantinya penjajah pulau ini.

Yang pertama kali tinggal di Singapura adalah ras bangsa melayu karena awalnya dikuasai oleh kerajaan melayu seperti kerajaan Sriwijaya dan kesultanan Johor. Kemudian datang Inggris, menjajah  Singapura.

Pada jaman Inggris, ras bangsa cina datang ke Singapura sejalan dengan hubungan perdagangan Inggris dan Cina yang baik di Asia. Ras bangsa India datang di Singapura karena Inggris mendatangkannya untuk melakukan pekerjaan kasar, atau menjadi tentara bayaran.

Bahasa resmi

Ada lima bahasa empat bahasa utama yang resmi di sini, yaitu Inggris, Melayu, Mandarin dan Tamil. Yang umum dipakai adalah bahasa Inggris, hampir semua orang Singapura bisa berbahasa Inggris.

Bahasa kedua yang banyak dipakai adalah bahasa Mandarin, dengan berbagai macam variasi dialek semacam hokkien dan kanton. Disusul bahasa Melayu dan bahasa Tamil.

Bahasa Inggris

Bahasa Inggris di Singapura logatnya agak aneh. Bagi orang Indonesia yang terbiasa mendengarkan logat Inggris di film barat, pertama kali akan kesulitan memahami percakapan dalam bahasa Singlish (Singaporean English).

Bahasa Singlish terkesan sebagai bahasa Inggris yang ”ala kadarnya”, keluar dari pakem grammar & spelling yang umum di negara barat, dengan logat campuran Mandarin dan Melayu.

Bila anda tinggal di Singapura sebulan dua bulan, lama-lama akan terbiasa dengan Singlish; apalagi bagi orang Indonesia yang Inggrisnya pas-pasan, dalam sebulan dua bulan, juga sudah jago Singlish.

Bahasa Melayu

Pertama kali di Singapura, mungkin anda akan merasa aneh dengan bahasa melayu yang tidak sesuai dengan standard Bahasa Indonesia. Bahasa Melayu di Singapura lebih dekat ke bahasa Melayu Malaysia.

Hampir di semua tempat-tempat wisata, banyak penjual makanan/barang/tiket yang bisa berbahasa melayu. Bahkan orang India yang menjadi petugas imigrasi di bandara Changi, banyak yang bisa bahasa Melayu.

Jadi jangan khawatir kalau Inggris anda pas-pasan, bila terpaksa silakan gunakan bahasa melayu.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply