Sejarah Chinatown Singapura

cegoh / Pixabay

cegoh / Pixabay

Berlibur ke Singapura mungkin menjadi salah satu tujuan bagi para wisatawan Indonesia. Selain karena letak Singapura yang berdekatan dengan Indonesia. Di negara berlambang singa ini para wisatawan juga dapat berkunjung ke berbagai tempat wisata terbaik yang ada disana, seperti Melion Park, Marina Bay Sands, Gardens By The Bay, hingga wisata sejarah Chinatown Singapura.

Dari sekian banyanya tempat wisata yang ada di Singapura, ternyata tempat wisata dengan tema sejarah dan kebudayaan masih menjadi lokasi tujuan bagi para wisatawan manca. Meskipun Singapura lebih banyak menawarkan wisata bergaya modern yang lengkap dengan fasilitas canggihnya. Namun wisata dengan unsur sejarah dan kebudayaan asli negara Singapura masih dapat Anda temui di negara ini. Salah satunya adalah wisata Chinatown Singapore.

Apa Itu Chinatown Singapore?

Chinatown merupakan sebuah daerah yang berada di sebelah selatan Singapura. Daerah ini menjadi salah satu kawasan kaum pecinan yang ada di negara Singapura. Dulunya daerah ini merupakan pusat imigran warga Tiongkok yang ingin berdomisili di Singapura. Namun setelah sekian tahun lamanya, daerah ini menjadi salah satu pusat wisata sekaligus pusat perbelanjaan yang cukup populer di negara Singapura.

Salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal di Chinatown adalah People’s Park. Dimana tempat ini menawarkan beraneka macam barang dengan harga yang sangat murah. Bahkan dilibur akhir pekan, daerah Chinatown selalu ramai akan kunjungan wisatawan yang ingin mengenal sejarah kaum China Singapore sekaligus berburu barang belanjaan dengan harga yang lebih murah.

Meskipun lokasi Chinatown sendiri masih sedikit asing bagi wisatawan manca. Namun, tidak sedikit dari mereka yang justru mencari informasi tentang keberadaan tempat ini. Bahkan diantaranya rela bermalam disana demi mengenal kebudayaan kaum pecinan Singapore yang merupakan warga aslinya.

Untuk Anda yang ingin mengenal lebih dekat tentang daerah Chinatown. Berikut sejarah Chinatown Singapura dari masa ke masa:

reginasphotos / Pixabay

Sejarah Chinatown

Dulunya Chinatown merupakan daerah warga imigran Tiongkok yang berlayar ke daratan Singapura. Setelah kolonial Singapura di pegang oleh Sir Stamford Raffles di tahun 1819. Daerah ini berkembang menjadi salah satu kawasan pemukian yang banyak dihuni oleh kaum imigran asal Tiongkok, China. Pengaruh budaya, seni boga, dan peragangan yang dibawa oleh kaum Teochew, Hokkien, Kanton, dan Hainan melebur menjadi satu dengan daerah ini.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman yang menjadikan Singapura sebagai negara maju di kawasan Asia Tenggara. Membuat daerah Chinatown berubah seiring dengan berputarnya waktu. Saat ini daerah ini menjadi salah satu pusat wisata dan perbelanjaan yang cukup terkenal di daerah bagian selatan Singapura.

Meskipun banyak perubahan dibandingkan dengan awal kemunculannya. Namun di daerah ini para wisataran atau pengunjung masih bisa merasakan perpaduan budaya asli warga Tionghoa masa itu. Dimana jejeran ruko yang dibangun pada masa sebelum perang masih memperlihatkan arsitektur timur dan barat. Sedangkan untuk warga sekitarnya sendiri juga masih sangat beragam, mulai dari yang berprofesi sebagai penata seni modern, para penarik becak hingga yang lainnya.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat warga turunan Tionghoa yang masih mempertahankan kebudayaannya di era modern seperti saat ini. Bahkan jika berkunjung ke kawasan ini wisatawan dapat mampir terlebih dahulu di Chinatown Heritage Center.

Apa Itu Chinatown Heritage Center?

Chinatown Heritage Center adalah sebuah museum yang ada di jalan Pagoda yang sangat terkenal dengan beragam souvenir khas Singapura. Disini pengunjung dapat merasakan sejarah peradapan yang dimulai sejak zaman imigrasi Sinkheh “pendatang baru”.

Di depan pintu masuk kawasan Chinatown Heritage Center, pengunjung langsung disambut dengan patung replikasi kapal China kuno yang disebut sebagai kendaraan para Sinkheh saat berlayar ke daratan Singapura. Selain itu, di kawasan ini pengunjung juga dapat melihat berbagai jenis barang peninggalan warga Tiongkok pada masa itu, seperti kertas-kertas doa, hio atau dupa, topi caping, dan yang lainnya.

Saat masuk ke bagian yang lebih dalam, pengunjung akan disambut dengan cahaya lampu remang-remang seolah mereka merasakan zaman kehidupan kaum Sinkheh di masa itu. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat berbagai macam replika barang-barang kuno asli peninggalan kaum imigran Tiongkok, seperti replika rumah warna China, suasana dapur pada masa itu, hingga berbagai perabotan rumah tangga lainnya.

Selain itu yang lebih mengesannya lagi, di tempat ini pengunjung dapat mendengarkan alunan lagu-lagu China tempo dulu. Dimana dengan suasana yang masih lekat pada zaman itu, pengunjung juga dapat merasakan kehidupan yang dilalui oleh kaum imigran Sinkheh.

HealthyBacon / Pixabay

Lokasi Chinatown Heritage Center

Untuk Anda yang ingin mengenal tentang sejarah peradapan di masa lampau. Chinatown Heritage Center bisa menjadi lokasi wisata saat Anda berkunjung ke Singapura. Dimana kawasan ini berlokasi di jalan Pagona (Pagoda Street) Chinatown, Singapore. Jaraknya sendiri hanya sekitar 3 menit dari pintu exit MRT Chinatown.

Untuk bisa sampai ke kawasan Chinatown, pengunjung bisa menggunakan transportasi seperti bus kota atau MRT. Jika menggunakan bus kota, ada beberaap alternatif tempat pemberhentian bus yang bisa dipilih, antara lain: Sounth Bridge Road C2, NR5 Maxwell Road 80, New Bridge Road Chinatown Complex, dan lain-lain.

Sedangkan jika ingin menggunakan MRT, Anda bisa datang ke Stadiun North East Line Station Chinatown (NE4). Dengan jadwal kereta terakhir sekitar pukul 11.50 pm.

Jam Buka Chinatown Heritage Center

Untuk jam buka Chinatown Heritage Center dimulai pukul 9.00 pagi hingga 8.00 malam. Buka setiap hari kecuali hari senin di awal bulan pertama.

Tiket Masuk Chinatown Heritage Center

Dewasa: S$ 15 atau sekitar Rp 155.000
Anak-anak: S$ 11 atau sekitar Rp 114.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.