5 Palaces di Singapore yang Indah dan Megah

Istana Kampong Glam

Berdasarkan peninggalan sejarah, Singapore memiliki cukup banyak bangunan Istana yang saat ini masih berdiri dan bisa dikunjungi. Berbagai istana di Singapore atau yang bisa disebut juga sebagai palaces in Singapore memiliki arsitektur menarik dan indah tentunya. Seperti istana-istana di engara lain, palaces di Singapore pun didirikan sebagai tempat tinggal orang bangsawan di zaman dahulu kala. Namun karena sangat pesatnya perkembangan di Singapore, banyak wisatawan yang tidak mengetahui keberadaan palaces di Singapore ini. Padahal ada sangat banyak dan tidak kalah menarik juga tempat ini dikunjungi. Apalagi untuk anda yang memiliki ketertarikan pada  bangunan-bangunan bersejarah. Walaupun memang ada juga yang sudah tidak ada lagi.

Berbagai palaces di Singapore memiliki nama masih dalam bahasa Melayu yaitu Istana. Jadi berdasarkan penamaannya saja, sudah bisa diperkirakan bahwa palaces di Singapore ini adalah bangunan yang berkaitan dengan sejarah orang Melayu di Singapore. Anda tentu penasaran bukan mengenai keberadaan macam-macam istana di Singapore ini kan? Oleh karena itu, pada bagian di bawah ini akan diinformasikan apa saja palaces di Singapore yang masih bisa dikunjungi dan apa sejarah dibalik bangunan megah yang biasa dihuni oleh anggota kerajaan ini. Berikut penjelasan lengkapnya untuk anda!

Istana Bidadari

5 Palaces di Singapore yang Indah dan Megah

Sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa ternyata Singapore memiliki cukup banyak istana bersejarah. Hal ini banyak sekali tidak diketahui oleh wisatawan karena keterbatasan informasi mengenai berbagai istana tersebut. Tidak seperti di wilayah Asia Tenggara lain yang memiliki banyak istana populer sebagai tujuan wisata, Singapore jarang sekali dikunjungi istana-istananya. Itulah sebabnya pada pembahasan kali ini akan coba dijelaskan apa saja palaces di Singapore yang bisa dikunjungi dan cerita sejarah di baliknya. Ayo simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

  1. Istana Bidadari

Tahukah anda bahwa ada istana bidadari yang berdiri di Singapore sebelumnya? Istana ini adalah istana yang memiliki nama sangat indah yaitu Bidadari. Sesuai dengan namanya, ada cerita menarik dari istana ini. Istana ini dibangun di atas tanah seluas 45 are dan merupakan istana pertama yang dikuasai oleh Henry Michin Simons di tahun 1855. Berikutnya, kepemilikan istana ini dibeli oleh Temenggong Abu Bakar yang memberikannya sebagai rumah untuk isteri keduanya seorang keturunan Danish bernama Enche’ Puan Besar Zubaidah binti Abdullah. Kecantikan isteri kedua Temenggong Abu Bakar ini membuatnya selalu berada di istana ini dan akhirnya istana ini dikenal sebagai istana bidadari.

  1. Istana Kampong Glam

Salah satu dari banyaknya palaces di Singapore ada juga yang bernama Istana Kampong Glam. Istana satu ini pun memiliki bangunan yang megah dan luas. Saat ini istana ini telah dijadikan Monumen Nasional Singapore’s Golden Jubilee. Sejarah pembangunan istana ini berkaitan dengan Sultan Hussein Shah yang berasal dari Johor dan membangun rumah di atas tanah seluas 23 hektar tahun 1819. Sebelumnya, Sultan Hussein Shah ini menerima wilayah KamponG Glam dari British East India Company yang kemudian menjadi tempat tinggalnya hingga wafat di tahun 1832. Akhirnya di tahun 1891 pun Tengku Alam anak dari Sultan Ali pun tinggal di sna hingga meninggal tahun 1891.

  1. Istana Lama

Salah satu istana terbesar di Singapura yang berlokasi di Telok Blangah bernama Istana Lama. Istana Lama ini adalah kediaman dari Temenggong Abdul Rahman yang dibangun di tahun 1824. Namun awalnya adalah pemberian wilayah ini oleh British civil ke Temenggong Abdul. Wilayah yang diberikan sangat luas mencapai 200 acres tetapi akhirnya sebagian wilayah tersebut dibangunlah istana lama ini tahun 1824. Temenggong Abdul Rahman pun meninggal di istana ini tahun 1825 dan kepemilikan diberikan pada Tun Haji Abdullah dan akhirnya juga menjadi tempat tinggal Abu Bakar yang adalah Sultan Johor berikutnya pada tahun 3 Februari 1833. Tempat yang sangat bersejarah bukan?

Istana Woodneuk

  1. Istana Tyersall

Ada lagi palaces di Singapore yang dahulu kala merupaka istana sangat besar dan luas dan dikenal sebagai Tyersall Park. Istana yang satu ini telah ditiadakan karena sering disalah kira sebagai Istana Woodneuk karena lokasinya yang berdekatan dan memang memiliki arsitektur yang tidak terlalu berbeda juga. Perbedaan utama keduanya ada pada warna atapnya. Terkait sejarah dibalik pembangunan istana ini adalah ketika William Napier yang merupakan Letnan Labuan akan meninggalkan Singapore dan kembali ke Inggris tahun 1857 memutuskan untuk menjual istana ini dan dibeli oleh Abu Bakar. Abu bakar kemudian menjadikannya istana kekuasannya setelah ayahnya meninggal tahun 1862.

  1. Istana Woodneuk

Terakhir ada juga istana yang saat ini sudah tidak diurus lagi bernama Istana Woodneuk. Istana yang satu ini pertama kali dibangun tahun 1932  dan kembali diremajakan tahun 1935. Bangunannya yang luas di atas seluas 36 acres ini adlaah rumah dari Kapten John Dill Ross di tahun 1800an. Namun setelah dijual ke Wan Abu Bakar ibni Daen Ibrahim di tahun 1860, dijadikanlah Istana Woodneuk ini sebagai tempat tinggal utamanya. Saat ini istana ini belum dihancurkan, namun sudah diabaikan bertahun-tahun dan tentunya sangat disayangkan mengingat sejarah yang tersimpan di dalamnya.

Jadi berikut tadi penjelasan yang bisa diberikan terkait 5 palaces di Singapore yang sampai saat ini masih berdiri megah dan indah untuk anda ketahui. Setelah mengetahui informasi di atas, tentunya anda memiliki ketertarikan sendiri untuk mengunjungi dan mempelajari lebih jauh mengenai cerita dilakukan bukan? Demikianlah mengapa sangat penting dilakukan penyebaran informasi mengenai istana-istana di atas. Jadi masyarakat tidak ada yang tidak mengetahui bahwa di tanah Singapore pun ada bangunan istana keluarga Melayu yang dijadikan kemudian istana sesuai dengan nama sebelumnya. Nah, sekarang anda sudah bisa berlibur ke Singapore dan menambahkan daftar istana yang masih ada di atas menjadi salah satu tujuan wisata anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.