5 Top Companies in Singapore According To Forbes 2019

Industri perdagangan di dunia semakin padat dan kencang, termasuk di Singapura. Biaya hidup yang semakin tinggi membuat semua orang ingin mendapatkan uang sebanyak mungkin. Salah satu jalan yang dilakukan untuk mendapatkan banyak uang adalah dengan mendirikan usaha. Sebelum itu, Anda harus tahu terlebih dahulu apa saja perusahaan yang sudah lebih dulu memiliki banyak kekayaan. Omset perusahaan-perusahaan dibawah ini melebihi ekspektasi kita sebagai warga biasa. Berikut ini adalah 5 perusahaan terbesar di Singapura berdasarkan majalah Forbes tahun 2019.

1.     DBS Bank

Perusahaan pertama paling sukses di Singapura adalah DBS Bank. Perusahaan ini didirikan sejak tanggal 16 Juli 1968. DBS Bank berlokasi di Marina Bay Financial Centre Tower 3, Singapore. Sesuai namanya, DBS Bank bergerak dalam dunia perbankan. Sebelumnya, nama dari DBS Bank adalah The Development Bank of Singapore Limited. Di tahun 2017, ia menerima penghargaan sebagai bank terbesar di Asia Tenggara dan memiliki total aset kurang lebih 518 miliar dollar Singapura atau setara dengan lima kuadriliun rupiah. DBS Bank memiliki 10 pemegang saham, yang pertama adalah Citibank Nominees Singapore Pte Ltd dengan saham sebesar 19,99%. Selanjutnya adalah Maju Holdings Pte LTD dengan saham sebesar 18.05%. DBS Bank memiliki banyak cabang di seluruh dunia, seperti di China, Inggris, Thailand, Vietnam, Indonesia dan Korea Selatan. Di Indonesia sendiri, PT Bank DBS Indonesia memiliki 39 cabang di 11 kota besar.

2.     Oversea Chinese Banking

Oversea Chinese Banking adalah perusahaan terbesar kedua yang ada di Singapura. Perusahaan ini lebih dikenal dengan nama singkatannya yakni OCBC Bank. Jumlah aset yang dimilikinya kurang lebih 467.5 miliar dolar Singapura atau setara dengan 4.8 kuadriliun rupiah. Perusahaan ini memiliki usia yang lebih tua dibandingkan dengan DBS. OCBC Bank didirikan pada tanggal 31 Oktober 1932. Perusahaan yang bergerak di bidang perbankan ini mampu melayani di daerah Asia Pacific. Hingga saat ini, OCBC memiliki kurang lebih 30 ribu pegawai. Masih sama seperti DBS Bank, OCBC Bank juga memiliki pemegang saham. Pemegang saham terbesar adalah Citibank Nominees Singapore Pte Ltd dengan saham sebesar 17.41%. Di Indonesia, OCBC Bank bekerja sama dengan PT Bank NISP sejak tahun 1996. OCBC Bank ini memiliki cukup banyak cabang di berbagai negara, mulai dari Mlaysia, China hingga Hongkong.

3.     United Overseas Bank Limited

Anda pasti sudah pernah mendengar tentang nama bank ini dengan singkatannya, yakni UOB. Di Singapura sendiri, UOB memiliki 68 cabang. Tidak hanya di Singapura, UOB Bank juga memiliki cabang lebih dari 19 negara di wilayah Asia Pasifik, Eropa Timur dan Amerika Utara. Uited Overseas Bank Limited ini didirikan pada tanggal 6 Agustus 1935. Perusahaan di bidang perbankan ini masuk dalam top 10 perusahaan paling besar dan sukses di Singapura. Cukup sulit masuk dalam daftar, mengingat persaingan dagang di Singapura sangat sulit. Pusat UOB Bank di Singapura berlokasi di UOB Plaza, 80 Raffles Place, Singapore 048624. UOB Bank memiliki kurang lebih 25 ribu pegawai.

Di Indonesia, UOB Bank didirikan atas nama PT Bank Buana Indonesia. Kantor pusatnya ada di Jakarta. Ada 41 cabang dengan 172 sub cabang di seluruh Indonesia.

4.     Singtel

Perusahaan terbesar keempat yang ada di Singapura adalah Singtel. Kepanjangan dari Singtel adalah Singapore Telecommunication Limited. Jika tiga perusahaan sebelumnya bergerak di bidang perbankan, maka Singtel adalah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi. Perusahaan ini sudah berjalan cukup lama, karena didirikan pada tahun 1879. Lokasi perusahaan Singtel di Singapura berada di 31 Exeter Road Singapore 239732. Wilayah yang menjadi cakupan layanan Singtel adalah Asia, Australia dan Africa. Di tahun 2017, Singtel memiliki aset sebesar 12.3 miliar dolar Singapura atau setara dengan 127 triliun rupiah. Jumlah karyawan yang dimiliki oleh Singtel adalah lebih dari 25 ribu pegawai. Salah satu inovasi yang diciptakan oleh Singtel adalah Wavee. Wavee merupakan aplikasi yang bisa membuat Anda saling berkirim pesan, telepon hingga video call. Perusahaan ini bisa Anda pelahari lebih lanjut melalui website resminya yakni singtel.com.

5.     Wilmar International

Wilmar International adalah perusahaan kelima yang masuk dalam daftar. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1991. Wilmar Internasional merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan. Mereka memproduksi minyak kelapa sawit, makanan berprotein, gula dan beberapa makanan diet. Pegawai yang dimiliki oleh Wilmar Internasional ini kurang lebih mencapai 90 ribu orang. Tidak hanya di Singapura, Wilmar International memiliki kurang lebih 50 cabang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Wilmar memiliki 20 pabrik penyulingan yang berlokasi di China, sedangkan pabrik manufakturnya ada di beberapa negara. Salah satu pelanggan atau konsumen yang dimiliki oleh Wilmar Internasional adalah Unilever. Unilever dan Wilmar Internasional adalah anggota dari Roundtable on Sustainable Palm Oil. Pendiri dari Wilmar Internasional adalah Kuok Khoon Hong dan Martua Sitorus. Menurut majalah Forbes tahun 2009, Kuok Khoon Hong disebutkan sebagai orang ketiga terkaya di Singapura. Sedangkan Martua Sitorus sendiri masuk dalam orang terkaya di Indonesia kedua pada tahun 2009 menurut Majala Forbes.

Itu dia 5 perusahaan terbesar di Singapura sesuai dengan majalah Forbes tahun 2019. Nominal yang tersebutkan hanya omsetnya saja, belum profit bersih yang diterima oleh masing-masing perusahaan yang tentunya mencengangkan. Kelima perusahaan diatas menunjukkan bahwa semuanya bisa sukses, baik di bidang satu maupun bidang lainnya. Buktinya saja, ada perusahaan terbesar di bidang makanan hingga di bidang telekomunikasi. Kesuksesan mereka ditunjukkan dengan munculnya cabang di Indonesia. Beberapa diantara produk atau jasa yang mereka tawarkan bahkan bisa dirasakan di Indonesia, misalnya saja produk keluaran WIlmar International.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.