Apa Itu ERP di Singapura?

ERP atau singkatan dari Electronic Road Pricing adalah sebuah jalan berbayar. Jalanan ini serupa dengan jalan tol kalau di Indonesia. Apabila sebuah kendaraan melintas di jalan ini, maka akan dikenakan tarif berdasarkan golongan kendaraan yang dikendarai. Perbedaa jalan lain dengan jalanan ERP adalah sistem yang digunakan sudah memanfaatkan teknologi canggih, berupa computer, pendeteksi kendaraan dan mesin pembayaran yang ada di dalam mobil. Berikut ini adalah hal-hal yang harus Anda ketahui tentang ERP di Singapura.

  1. Manfaat dari ERP (Electronic Road Pricing)

Electronic Road Pricing atau dikenal dengan sebutan ERP adalah suatu sistem dimana tujuannya untuk membantu mengatur lalu lintas tetapi berbayar. Saat pertama kali ERP diterapkan di Singapura, memang tidak langsung berjalan lancar. Ada banyak kritikan serta ucapan pesimis dari sebagian warga Singapura. Singapura merupakan salah satu negara yang pertama kali menerapkan sistem jalan berbayar. Sistem ERP ini sudah menerapkan sertifikat berbasis pembelian atas hak sistem. Jadi, sangat aman bagi pemilik dan pengguna kendaraan yang membeli dan menggunakan sistem ERP.

  1. Sistem ERP di Singapura

Sistem ERP ini tidak hanya banyak dinikmati oleh warga singapura yang memiliki kendaraan pribadi. Walaupun harga kendaraan di Singapura boleh di bilang mahal dan sangat sulit birokrasinya, tetapi hal ini dibantu dengan ERP. ERP memudahkan dan menyediakan fasilitas ERP yang lengkap, sehingga warga Singapura pun banyak yang patuh terhadap tarif ERP ini. Tarif yang dibebankan berbeda-beda, karena ada beberapa unsur yang menentukan harga tarif ERP.  Berbeda dengan sistem jalan tol di Indonesia yang hanya didasarkan atas jarak tempuh dan jenis golongan kendaraan saja. Sistem ERP didasarkan atas jarak tempuh waktu, kondisi jalan ketika Anda melintasi jalan tersebut dan jenis kendaraan yang Anda kendarai.

  1. Tarif ERP

Tarif ERP memang cukup mahal, karena kondisi lalu lintas, jarak waktu dan jenis kendaraan menjadi dasar perhitungan pada sistem ERP. Bayangkan saja, kalau Anda menggunakan motor, tarif ERP yang harus Anda bayar adalah Rp 4.700 sampai dengan Rp 9.400. Sedangkan untuk mobil dikenakan tarif Rp.13.000 sampai dengan Rp. 16.000. Sistem ERP menggunakan top up saldo pada kartu, jadi sama persis dengan kartu E-Toll yang ada di Indonesia.

Perbedaan kartu ERP dengan E-Toll adalah otomatis. Misalnya saja Anda melintas di jalan Fort Canning sekitar pukul 14.00 waktu Singapura, maka tarif langsung berlaku. Ketika Anda memasuki suatu kawasan jalan yang sudah ditetapkan aturannya, maka secara otomatis mesin ERP yang sudah terpasang dalam kendaraan Anda akan langsung terdengar bunyi bip. Bunyi ini menandakan Anda bisa menjalankan kendaraan Anda dengan jalan kecepatan tidak terlalu kencang dan saldo Anda secara otomatis akan terpotong.

Di setiap pintu gerbang toll yang menggunakan sistem ERP ini akan secara otomatis debit saldo Anda akan terpotong dan pengemudi tidak perlu berhenti. Hanya saja, kecepatan pengemudi harus pelan dan hati-hati ketika melintasi gerbang ERP ini. Layaknya sebuah kartu e-toll, kartu ERP juga memiliki kelemahan. Kelemahannya sama dengan kartu E-Toll, Anda harus sering mengisi ulang saldo agar bisa melintasi jalanan ERP. Jalanan ERP di Singapura lebih dikenal dengan nama restricted area, dimana jalan-jalan tersebut sudah banyak menggunakan sistem ERP. Jika Anda lupa mengisi saldo, Anda tidak akan bisa masuk dan melintas di jalan ini.

  1. Jenis Kendaraan yang Boleh Melintasi Jalanan ERP

Jenis-jenis kendaraan yang boleh melintas sudah diatur dalam sistem ERP, diantaranya sepeda motor, mobil pribadi atau mobil umum, truk dan angkutan umum seperti bus dengan ukuran yang kecil dan bus dengan ukuran yang besar. Kalau di Indonesia, jalan toll tidak memperbolehkan sepeda motor melintas di jalan. Berbeda dengan sistem ERP, sepeda motor yang melintas di jalan dengan sistem ERP akan dikenakan tarif berbayar jalan setengah dari tarif kendaraan roda empat.

  1. Cara Kerja dan Fasilitas ERP

Jalan berbayar elektronik atau electronic road pricing (ERP) yang ditentukan di jalan-jalan tertentu di Singapura khususnya jalan jalan seperti restricted area akan dikenakan biaya. Lalu apa saja komponen dalam sistem jalan ERP ini? Yang pertama, Anda harus membeli kartu ERP. Di dalamnya akan ada saldo deposit Anda dan akan dipasang mesin ERP dalam kendaraan Anda. Dalam alat yang terpasang ini, nantinya Anda akan dapat mengetahui berapa jumlah sisa saldo yang ada pada kartu Anda, karena akan muncul di layar display mesin dalam kendaraan. Saldo Anda akan secara otomatis berkurang ketika Anda masuk di kawasan restricted area ini

Ada 4 kategori komponen yang terpasang pada alat ERP di gerbang ERP, diantaranya antenna, alat pendeteksi kendaraan yang masuk dan melintas pintu gerbang dan kamera sepertinya kamera CCTV.  Komputer difungsikan sebagai pusat aktivitas untuk memantau seluruh kegiatan operasional yang ada di gerbang ERP. Kegiatan ini terutama aktivitas transaksi dari setiap kendaraan yang diperoleh dari gambar kamera yang terpasang digerbang ERP. Tujuannya adalah untuk memastikan agar sistem ERP ini berfungsi dan berjalan dan bekerja dengan baik dan lancar.

Demikian ulasan singkat tentang ERP ini, semoga saja dapat memberikan informasi dan wawasan bagi Anda yang ingin berkunjung ke Singapura. Bagi Anda yang ingin berjalan-jalan di Singapura dengan mobil sewaan, tentu Anda harus bersiap-siap akan tarif ERP yang harus dibayarkan. Jangan sampai lupa top up saldo membuat perjalanan Anda menjadi terganggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.